
Ibadah umroh merupakan ibadah yang agung dan mulia di sisi Allah ﷻ. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit jamaah yang melaksanakan umroh tanpa pemahaman fiqh yang memadai. Akibatnya, berbagai kesalahan—baik yang bersifat ringan maupun fatal—sering terjadi, bahkan sebagian di antaranya dapat membatalkan ibadah umroh atau mengurangi nilai kesempurnaannya.
Kesalahan saat umroh umumnya bukan dilakukan karena kesengajaan, melainkan karena kurangnya ilmu, minimnya bimbingan manasik, serta ketidaksiapan mental dan spiritual. Oleh karena itu, Islam menekankan pentingnya ilmu sebelum amal, sebagaimana kaidah para ulama:
“Al-‘ilmu qabla al-‘amal” — Ilmu didahulukan sebelum amal.
Artikel ini akan mengulas secara sistematis kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat umroh, disertai penjelasan hukum dan cara menghindarinya menurut syariat Islam, agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan sah, tenang, dan khusyuk.
Salah satu kesalahan mendasar adalah tidak memahami niat umroh secara benar. Sebagian jamaah hanya mengikuti lafaz pembimbing tanpa memahami maksud niat, bahkan ada yang berniat umroh setelah melewati miqat.
Dalam fiqh Islam, niat merupakan inti ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Cara Menghindari:
Jamaah wajib memahami bahwa niat umroh dilakukan di dalam hati saat ihram dari miqat. Lafaz hanya membantu pengucapan, bukan inti niat. Oleh karena itu, manasik sebelum keberangkatan menjadi sangat penting.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah melewati miqat tanpa berihram, baik karena lupa, tidak tahu, atau mengikuti rombongan tanpa persiapan.
Padahal Rasulullah ﷺ telah menetapkan miqat bagi orang yang berniat haji atau umroh:
“Miqat-miqat itu ditetapkan bagi penduduknya dan bagi orang yang melewatinya dengan niat haji atau umroh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Cara Menghindari:
Jamaah harus mengetahui miqat sesuai jalur perjalanan. Travel profesional wajib memberikan edukasi dan pengingat sebelum sampai di miqat agar jamaah siap berihram tepat waktu.
Banyak jamaah mengira ihram hanya sebatas mengenakan pakaian putih, tanpa memahami bahwa ihram adalah kondisi ibadah yang memiliki larangan-larangan tertentu.
Larangan ihram antara lain memakai wangi-wangian, memotong rambut, memotong kuku, dan melakukan hubungan suami istri.
Cara Menghindari:
Jamaah harus memahami larangan ihram secara menyeluruh melalui manasik. Pembimbing ibadah wajib mengingatkan jamaah sejak awal berihram hingga tahallul.
Kesalahan ini sering terjadi, seperti memakai parfum, mencabut rambut tanpa sengaja, atau mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki.
Dalam fiqh, sebagian pelanggaran ihram mewajibkan dam, meskipun dilakukan karena tidak tahu.
Cara Menghindari:
Edukasi sebelum keberangkatan dan pendampingan intensif selama ibadah sangat diperlukan agar jamaah lebih berhati-hati.
Sebagian jamaah melakukan thawaf dalam keadaan tidak suci dari hadats, atau aurat tidak tertutup dengan sempurna. Padahal mayoritas ulama mensyaratkan suci dari hadats untuk sahnya thawaf.
Ibnu Abbas رضي الله عنه berkata:
“Thawaf di Baitullah seperti shalat, hanya saja Allah membolehkan berbicara di dalamnya.”
Cara Menghindari:
Jamaah harus memastikan wudhu terjaga dan pakaian menutup aurat dengan baik sebelum memulai thawaf.
Menyentuh atau mencium Hajar Aswad memang sunnah, namun banyak jamaah memaksakan diri hingga mendorong orang lain, menyakiti sesama jamaah, bahkan mengganggu kekhusyukan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Wahai Umar, engkau adalah orang yang kuat. Jangan menyakiti orang lain.”
(HR. Ahmad)
Cara Menghindari:
Jika tidak memungkinkan, cukup memberi isyarat tangan ke arah Hajar Aswad sambil bertakbir. Menjaga adab dan keselamatan lebih utama daripada mengejar sunnah.
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah memulai sa’i dari Marwah, bukan dari Shafa. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mulailah dengan apa yang Allah mulai.”
(HR. Muslim)
Allah ﷻ menyebut Shafa terlebih dahulu dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 158), sehingga sa’i harus dimulai dari Shafa.
Cara Menghindari:
Pembimbing ibadah harus memastikan jamaah memahami urutan sa’i dengan benar sebelum memulai.
Sebagian jamaah melakukan sa’i tanpa memperhatikan niat, doa, dan kekhusyukan, seolah hanya berjalan dari satu bukit ke bukit lainnya.
Cara Menghindari:
Jamaah perlu memahami makna sa’i sebagai simbol kesabaran dan tawakal, sehingga dilakukan dengan kesadaran ibadah.
Ada jamaah yang lupa tahallul, atau hanya memotong rambut sangat sedikit tanpa niat keluar dari ihram.
Tahallul merupakan rukun umroh menurut mayoritas mazhab, sehingga tidak boleh ditinggalkan.
Cara Menghindari:
Pastikan tahallul dilakukan sesuai tuntunan, baik dengan mencukur atau memotong rambut minimal sesuai ketentuan fiqh.
Tanah Suci adalah tempat ibadah, namun sebagian jamaah justru mudah emosi karena lelah, cuaca, atau kondisi ramai.
Allah ﷻ berfirman:
“Tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam haji.”
(QS. Al-Baqarah: 197)
Larangan ini juga berlaku dalam umroh.
Cara Menghindari:
Jamaah perlu mempersiapkan mental dan kesabaran, serta memahami bahwa menjaga akhlak merupakan bagian dari ibadah.
Mendahulukan diri sendiri, tidak tertib antre, dan mengabaikan keselamatan orang lain merupakan kesalahan akhlak yang sering terjadi.
Cara Menghindari:
Menanamkan niat bahwa umroh adalah ibadah kolektif, bukan hanya individual.
Sebagian besar kesalahan umroh terjadi bukan karena niat buruk jamaah, tetapi karena kurangnya bimbingan yang benar. Oleh sebab itu, memilih penyelenggara perjalanan umroh yang profesional, berilmu, dan amanah menjadi bagian penting dari persiapan ibadah.
Travel yang baik tidak hanya mengurus administrasi dan akomodasi, tetapi juga:
Memberikan manasik yang komprehensif
Menyediakan pembimbing berkompeten
Mendampingi jamaah selama ibadah
Mengingatkan aspek fiqh dan adab secara berkelanjutan
Kesalahan saat umroh dapat terjadi pada siapa saja, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat. Oleh karena itu, membekali diri dengan ilmu, memahami fiqh umroh, serta menjaga niat dan adab merupakan kunci agar ibadah umroh sah, sempurna, dan diterima oleh Allah ﷻ.
Bagi kaum Muslimin yang ingin melaksanakan umroh dengan tenang dan sesuai tuntunan syariat, memilih penyelenggara perjalanan yang amanah dan berpengalaman menjadi langkah yang sangat penting.
Guzel Tour berkomitmen untuk tidak hanya memberangkatkan jamaah, tetapi juga membimbing ibadah umroh secara menyeluruh sesuai tuntunan Al-Qur’an, hadits, dan pendapat ulama yang mu’tabar. Dengan manasik terstruktur, pembimbing berpengalaman, serta pendampingan intensif selama ibadah, Guzel Tour berupaya membantu jamaah menghindari kesalahan-kesalahan umum dan meraih umroh yang sah, khusyuk, dan penuh keberkahan.
Semoga artikel ini menjadi pengingat dan panduan bagi setiap Muslim yang merindukan Baitullah.
Wallahu a’lam bish-shawab.