Apakah Umroh boleh dilakukan dengan pasangan yang belum sah?

Sabtu, 26 April 2025 Ditulis oleh Staff Guzel Tour

WhatsApp
Facebook
Twitter

Keutamaan Umroh dalam Islam: Dalil Al-Qur’an, Hadits, dan Hikmah Spiritual

Pendahuluan

Umroh merupakan salah satu ibadah agung dalam Islam yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah ﷻ. Meskipun tidak termasuk rukun Islam seperti haji, umroh tetap menjadi ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama) dan mengandung keutamaan besar bagi siapa pun yang menunaikannya dengan niat ikhlas dan tata cara yang benar sesuai tuntunan syariat.

Bagi seorang Muslim, perjalanan umroh bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ, membersihkan dosa, memperbarui iman, dan memperkuat ikatan kehambaan. Oleh karena itu, memahami keutamaan umroh berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadits Nabi ﷺ, serta pandangan para ulama menjadi penting agar ibadah ini tidak hanya dilakukan secara ritual, tetapi juga dihayati makna dan hikmahnya.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif keutamaan umroh dalam Islam, mencakup pahala dan penghapusan dosa, kedudukan umroh dalam syariat, serta hikmah spiritual yang terkandung di dalamnya.


1. Umroh dalam Perspektif Al-Qur’an

1.1 Perintah Menyempurnakan Umroh

Al-Qur’an secara jelas menyebutkan umroh sebagai ibadah yang diperintahkan untuk disempurnakan. Allah ﷻ berfirman:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 196)

Ayat ini menunjukkan bahwa umroh adalah ibadah yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an. Para ulama tafsir seperti Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa perintah “menyempurnakan” menunjukkan pentingnya menjalankan haji dan umroh dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah serta mengikuti tata cara yang telah ditetapkan.

Ayat ini juga menegaskan bahwa umroh bukan sekadar tradisi atau perjalanan biasa, melainkan ibadah yang harus dilakukan dengan penuh kesungguhan, kepatuhan, dan ketundukan kepada Allah ﷻ.

1.2 Umroh sebagai Bentuk Taqarrub kepada Allah

Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ berulang kali memuliakan Baitullah sebagai tempat ibadah yang penuh keberkahan. Firman Allah ﷻ:

“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.”
(QS. Ali ‘Imran: 96)

Umroh yang dilaksanakan di sekitar Baitullah merupakan bentuk nyata pendekatan diri (taqarrub) kepada Allah. Setiap thawaf, sa’i, dan doa yang dipanjatkan di Tanah Suci memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi karena dilakukan di tempat yang Allah muliakan.


2. Keutamaan Umroh dalam Hadits Nabi ﷺ

2.1 Umroh Menghapus Dosa

Salah satu keutamaan terbesar umroh adalah penghapusan dosa. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Antara umroh yang satu dengan umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa umroh memiliki efek spiritual yang luar biasa, yakni sebagai sarana pengampunan dosa-dosa kecil yang dilakukan seorang Muslim di antara dua umroh. Para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa ini berlaku apabila umroh dilakukan dengan ikhlas, menjauhi rafats (ucapan kotor), kefasikan, dan perbuatan maksiat.

2.2 Umroh dan Haji sebagai Penolak Kemiskinan

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Laksanakanlah haji dan umroh secara berturut-turut, karena keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat besi, emas, dan perak.”
(HR. Tirmidzi, An-Nasa’i)

Hadits ini menunjukkan bahwa umroh bukan hanya membawa dampak spiritual, tetapi juga keberkahan dalam kehidupan dunia. Banyak ulama menafsirkan bahwa keberkahan tersebut dapat berupa kelapangan rezeki, ketenangan hati, serta kemudahan dalam urusan kehidupan.

2.3 Pahala Umroh di Bulan Ramadhan

Keutamaan umroh semakin besar apabila dilakukan pada waktu tertentu. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Umroh di bulan Ramadhan setara dengan haji bersamaku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama sepakat bahwa makna “setara dengan haji” dalam hadits ini adalah setara dalam pahala, bukan menggugurkan kewajiban haji bagi yang belum menunaikannya. Hal ini menunjukkan betapa besarnya pahala umroh, terutama jika dilakukan pada waktu yang penuh keberkahan.


3. Kedudukan Umroh Menurut Pandangan Ulama

3.1 Hukum Umroh dalam Islam

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum umroh:

  • Mazhab Syafi’i dan Hanbali: Umroh hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu.

  • Mazhab Hanafi dan Maliki: Umroh hukumnya sunnah muakkadah.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat, seluruh ulama sepakat bahwa umroh adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar. Imam Nawawi rahimahullah menyebutkan bahwa umroh merupakan salah satu amal yang paling utama setelah haji.

3.2 Umroh sebagai Sarana Tazkiyatun Nafs

Menurut para ulama tasawuf dan fiqh, umroh memiliki peran penting dalam proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa perjalanan menuju Baitullah melatih seorang Muslim untuk meninggalkan kesenangan dunia, menundukkan hawa nafsu, serta meningkatkan rasa tawadhu’ dan ketergantungan kepada Allah ﷻ.


4. Hikmah Spiritual di Balik Ibadah Umroh

4.1 Melatih Keikhlasan dan Kepasrahan

Umroh mengajarkan keikhlasan yang mendalam. Seorang jamaah meninggalkan keluarga, pekerjaan, dan kenyamanan hidup demi memenuhi panggilan Allah. Ihram yang dikenakan juga melambangkan kesetaraan dan pelepasan dari atribut duniawi.

4.2 Menumbuhkan Kesadaran akan Akhirat

Ritual umroh mengingatkan manusia akan kematian dan kehidupan akhirat. Pakaian ihram menyerupai kain kafan, thawaf mengelilingi Ka’bah mengajarkan bahwa hidup seorang Muslim harus berpusat pada Allah, dan sa’i mengajarkan usaha yang disertai tawakal.

4.3 Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Di Tanah Suci, umat Islam dari berbagai bangsa, bahasa, dan latar belakang berkumpul dalam satu tujuan ibadah. Hal ini menumbuhkan rasa persaudaraan, persatuan, dan kesadaran bahwa seluruh Muslim adalah satu umat di bawah naungan tauhid.


5. Umroh sebagai Momentum Perubahan Diri

Banyak ulama menekankan bahwa umroh bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perubahan diri. Umroh yang mabrur (diterima) ditandai dengan meningkatnya kualitas iman, akhlak yang lebih baik, serta komitmen untuk menjauhi maksiat setelah kembali ke tanah air.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada balasan bagi haji yang mabrur kecuali surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Meskipun hadits ini secara khusus menyebut haji, para ulama menyatakan bahwa umroh yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketaatan juga membawa dampak serupa dalam bentuk perubahan perilaku dan ketakwaan.


Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai keutamaan umroh dalam Islam, ditinjau dari dalil Al-Qur’an, hadits Nabi ﷺ, serta pandangan para ulama. Umroh bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan sarana penghapusan dosa, peningkatan iman, dan penyucian jiwa. Keutamaan dan hikmah yang terkandung di dalamnya menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk menunaikannya dengan niat yang benar dan persiapan yang matang.

Bagi kaum Muslimin yang telah memiliki kemampuan fisik, finansial, dan kesempatan, menyegerakan umroh merupakan langkah mulia untuk memenuhi panggilan Allah ﷻ. Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah memilih penyelenggara perjalanan umroh yang amanah, resmi, dan berpengalaman agar ibadah dapat dijalankan dengan tenang dan khusyuk.

Guzel Tour hadir sebagai mitra perjalanan ibadah yang berkomitmen mendampingi jamaah menuju Tanah Suci dengan pelayanan profesional, bimbingan ibadah yang sesuai tuntunan syariat, serta fasilitas yang menunjang kenyamanan dan kekhusyukan. Dengan beragam pilihan paket umroh yang disesuaikan dengan kebutuhan jamaah, Guzel Tour berupaya menjadi wasilah bagi umat Muslim untuk meraih keutamaan umroh dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi penguat niat bagi siapa pun yang merindukan Baitullah. Wallahu a’lam bish-shawab.